Selasa, 21 Oktober 2025

Bledug Kramesan, gunung lumpur di Grobogan

 Bledug Kramesan adalah mud volcano atau gunung lumpur. Lokasinya berada di Kalanglundo, Ngaringan, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Gunung lumpur ini bisa terjadi karena gas alam yang naik ke permukaan melalui sesar, membawa serta lumpur dari lapisan bawah tanah. Fenomena ini umum terjadi di wilayah tersebut dan bukan gunung berapi sungguhan, meskipun aktivitas gempa dapat memicu semburan lumpur yang lebih intens. 


Diduga, gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang pada 22 Maret 2024 menjadi pemicu utama terjadinya gunung lumpur Bledug Kramesan ini biarpun perlu penelitian lebih lanjut.

Lumpur yang keluar dari sesar bawah tanah mengandung mineral dan bisa menyuburkan tanah.


Fenomena mud volcano yang terjadi di Kabupaten Grobogan bukanlah suatu fenomena yang luar biasa karena memang sering terjadi mud volcano di daerah tersebut.

Penyebabnya daerah Grobogan memang dulunya di duga daerah laut Utara sebelum terkena sedimentasi sungai hingga lama-lama menjadi daratan. 

Pada tahun 2024 setelah muncul, Bledug Kramesan tingginya pernah mencapai 25 meter, tapi karena sering longsor dan juga jarang ada kemunculan lumpur lagi dari bawah tanah akhirnya kini tingginya hanya tinggal 8-10 meter saja.

Kemunculan gunung lumpur ini juga dijadikan obyek wisata oleh pemerintah desa Kalanglundo. Untuk pergi ke gunung itu tidak dikenakan tiket atau gratis.


Senin, 23 Desember 2024

Penyebab tanaman venus bisa bergerak biarpun bukan hewan

 Mungkin sebagian orang jadi bertanya-tanya, kenapa tanaman venus kok bisa bergerak menutup daunnya padahal bukan hewan, ataukah sebenarnya venus itu hewan yang menyamar sebagai tumbuhan?

Sayangnya tidak saudara-saudara. Venus memang tumbuhan dengan nama ilmiah  (Dionaea muscipula).

Bagi yang belum tahu tanaman venus, ini penampakannya.


Kecil? Ya memang aslinya kecil, cuma kalo di internet gambarnya besar karena di close up.

Venus flytrap memang menakjubkan. Bayangkan sebuah tumbuhan yang biasanya jadi makanan hewan kok malah ini memakan hewan terutama serangga seperti lalat bahkan kadang juga tikus kecil.

Penyebab tanaman venus ini bisa bergerak itu karena ada rambut merah di ujung kelopak tanaman nya. Ini penampakannya bagi yang belum tahu.


Jadi kalo ada lalat yang hinggap atau menyenggol rambut itu, tanaman itu akan mengatupkan kelopaknya.

Penyebab kenapa venus bisa bergerak dan menutup itu karena di dalam nya itu ada mekanisme seperti tanaman putri malu. Ini penampakan mekanisme nya.


Pasti tahu dong tanaman putri malu, kalo kena sentuh daunnya, maka daun tersebut akan mengkerut sendiri.

Begitu juga tanaman venus ini, kalo ada serangga yang masuk kedalamnya, ia menyentuh saraf tumbuhan ini yang sangat sensitif dan akan mengatup kelopaknya itu. Ini salah satu korbannya.


Terima kasih sudah membaca.

Senin, 02 Desember 2024

Kamuflase hebat di alam

 Kamuflase atau penyamaran adalah hal biasa yang dilakukan oleh hewan di alam. Biasanya hal ini dilakukan agar ia selamat dari pemangsa nya.

Salah satu hewan yang terkenal dengan kamuflase nya adalah bunglon. Tapi ternyata ada hewan lain yang menurutku lebih lihai lagi dalam menyamar.

Hewan itu adalah tokek ekor daun yang cuma ada di Madagaskar.

Berikut beberapa gambarnya.





Bagaimana menurut kalian, apakah lebih hebat bunglon ataukah tokek ekor daun ini dalam kamuflase?

Minggu, 17 November 2024

Ginkgo Biloba tanaman yang selamat berkat manusia

 Ginkgo Biloba atau dikenal juga dengan nama pohon rambut gadis, adalah satu-satunya spesies yang masih hidup di divisi Ginkgophyta, semua spesies lainnya telah punah. Beruntung berkat manusia pohon ini tidak punah.

Pohon ini dikenali mirip dengan fosil 270 juta tahun lalu di daerah china.


Terus kenapa manusia menyelamatkan pohon ini?

Beruntung pada zaman Tiongkok kuno Ginkgo Biloba termasuk tanaman yang wajib ada untuk upacara keagamaan bersama dengan tanaman teratai.

Dan karena merupakan tanaman wajib yang ada pada ritual keagamaan maka manusia pun merawat pohon Ginkgo Biloba dengan sungguh-sungguh sehingga pohon tersebut selamat dari kepunahan.


Kamis, 17 Oktober 2024

Lubang misterius di tengah sungai kota

 Sebuah lubang misterius ada di tengah sungai yang terletak di desa sumberbulu kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

 

Sumber: detik.com

Warga desa sumberbulu mengatakan kalo lubang misterius itu sudah ada sejak zaman dahulu. Lubang yang mirip sumur itu luasnya sekitar 4 meter.


Terkait lubang misterius itu, Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Probolinggo, R Oemar Sjarif, mengatakan, lubang di tengah sungai Desa Sumbersuko, Kecamatan Tegalsiwalan, merupakan alat pembuangan untuk mengantisipasi adanya banjir, terutama saat hujan.

"Itu spillway. Selain antisipasi banjir, fungsinya juga sebagai lubang pembuangan air untuk irigasi sawah," kata Oemar saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4/2018).

Sistem ini menggunakan sistem gravitasi sehingga air akan tertekan secara sendirinya jika volume air mengalami kenaikan.

Ilustrasi nya sebagai berikut.


Spillway di desa sumberbulu kabupaten Probolinggo merupakan peninggalan dari zaman Belanda. Sungai itu dahulu nya sering banjir karena itulah dibuat Spillway agar bisa mengurangi banjir.

Sabtu, 28 September 2024

Ternyata di Indonesia pernah muncul Aurora

 Aurora adalah cahaya kutub adalah fenomena alam yang menghasilkan pancaran cahaya yang menyala-nyala dan menari-nari di langit malam pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari.

 Fenomena ini hanya bisa dinikmati di negara yang jauh dari garis khatulistiwa, salah satu negara yang fenomena alamnya bagus untuk dilihat adalah Selandia Baru. Hal ini karena memang Selandia Baru dekat dengan kutub Selatan.

Karena itulah Aurora tidak pernah muncul di Indonesia karena negara kita terletak di katulistiwa, jauh dari daerah kutub.

Tapi tahukan anda, kalo Aurora pernah terlihat juga di Indonesia, lebih tepatnya di Nusa Tenggara Timur.

Pada tanggal 16 September 1770 terjadi badai Matahari dahsyat yang lebih besar dari badai Matahari Carrington.

James Cook yang dianggap sebagai penemu benua Australia saat itu sedang berada di pulau Rote. Saat jam 10 atau 11 malam ia dikejutkan dengan cahaya merah yang tampak dilangit sebelah selatan.

Cahaya merah yang dilihat oleh James Cook itu kemungkinan adalah Aurora yang terjadi karena badai Matahari dahsyat. Tentu saja Aurora yang dilihat James tidaklah sama dengan Aurora yang ada di kutub Selatan atau kutub Utara.

Berikut ilustrasi nya.


Selain James Cook, tentu saja penduduk pulau yang ada di sekitar pulau Rote juga melihat, begitu juga dengan penduduk benua Australia.

Unik nya, penduduk asia Timur seperti Jepang, korea dan sebagian china juga melihat peristiwa pada tahun 1770 ini. Ini karena ketiga Negera itu dekat dengan kutub Utara.

Kalo ingin tahu selengkapnya negara mana saja silahkan klik link Aurora 1770.

Lalu apakah Aurora bisa dilihat lagi di Indonesia pada masa sekarang? Sepertinya sulit tapi bisa dengan catatan ada badai Matahari dahsyat yang setara dengan tahun 1770 itu, cuma dipastikan dunia akan kacau karena satelit, barang elektronik dan juga internet kemungkinan akan lumpuh karena badai Matahari dahsyat berpengaruh besar kepada benda elektronik.

Kamis, 02 Mei 2024

Penyebab sungai Bengawan Solo bermuara di laut Jawa

 Sebagai sungai terpanjang di pulau Jawa, Bengawan Solo mengalir dari propinsi Jawa Tengah sampai bermuara di laut Jawa, tepatnya kota Gresik di Jawa Timur.

Tapi sebenarnya sungai Bengawan Solo bermuara di selat Madura, yaitu perairan antara kota Surabaya dan pulau Madura.

Mengapa hal tersebut terjadi?

Bengawan Solo purba asalnya bermuara di gunung kidul yang berada di laut selatan atau samudra Hindia. Semenjak lempek tektonik sebelah selatan pulau Jawa naik maka aliran sungai nya pun terhambat.

Seperti sifat air yang mencari tempat lebih rendah, sungai Bengawan Solo pun mengalir menuju ke Utara dan terus ke timur sampai laut Jawa, tepatnya di daerah Gresik.

Tapi tahukah anda kalo sebelum nya air dari sungai terpanjang di Jawa ini mengalir ke selat Madura.


Lihat peta di atas, yang berwarna merah kecil itu adalah kota Surabaya yang berdekatan dengan pulau Madura.

Warna hitam yang berkelok-kelok itu adalah aliran sungai Bengawan Solo. Kalau lihat sebenarnya dulu mengalir langsung ke timur, bukan malah ke Utara menuju kota Gresik seperti sekarang.

Penyebab utama mengapa dialihkan ke Utara adalah agar tidak terjadi pendangkalan di selat Madura.

Seperti diketahui kalo sungai Bengawan Solo membawa banyak sekali material seperti lumpur atau pasir. Selat Madura memang memiliki arus laut yang bisa membawa material itu ketempat yang agak jauh dari muara sungai sehingga tidak terjadi pendangkalan secara drastis.

Tapi pemerintah Belanda berpikir lain. Jika dibiarkan saja bukan tidak mungkin akan terjadi pendangkalan dan akhirnya pulau Madura dan Surabaya menjadi satu alias selat Madura hilang.

Kalo selat Madura hilang maka otomatis Surabaya sebagai kota pelabuhan akan terancam ekonomi nya. Itulah sebabnya pada tahun 1880an Belanda membuat kanal sepanjang 15 km hingga jadi seperti sekarang.


Minggu, 14 April 2024

Sungai Bengawan Solo purba bermuara di laut selatan

 Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di pulau Jawa dengan panjang 640 km. Hulu nya berada di sebelah barat Surakarta dan muaranya ada di laut Jawa di kota Gresik Jawa Timur. Tapi tahukah anda kalo dahulu sungai Bengawan Solo bermuara di laut selatan.

Jika kita pergi ke pantai Sadeng di daerah gunung kidul Yogyakarta ada sebuah lembah yang mirip dengan aliran sungai tapi sudah lama sekali tidak berair.


Lihat, mirip sekali dengan daerah aliran sungai ya.

Daerah yang tadinya bekas sungai Bengawan Solo purba itu sekarang sudah jadi lahan pertanian. Panjang aliran sungai Bengawan Solo purba diperkirakan sekitar 15-20 km saja, beda jauh dengan sekarang yang mencapai ratusan km ya.

Mengapa bisa terjadi, Apa yang menyebabkan sungai Bengawan Solo sekarang mengalir ke laut Jawa?

Hal ini terjadi setelah patahan lempeng Australia menghujam masuk ke lempeng Eurasia, akibatnya tanah diatasnya naik, salah satunya adalah daerah ya daerah yang sekarang menjadi gunung kidul tersebut. Kejadian ini diperkirakan terjadi 100 ribu tahun yang lalu selama beberapa ribu tahun.

Akibat tanahnya naik maka sungai Bengawan Solo mencari tanah yang lebih rendah dan itu tempatnya di Surakarta lalu menuju ke timur.


Bukti lainnya ialah gunung kidul kebanyakan daerah kapur dan juga karang laut, yang menandakan kalo daerah tersebut berada di bawah permukaan laut atau dulunya lautan.

Walaupun begitu perlu penelitian yang lebih banyak karena bisa saja ada bukti baru.

Selasa, 09 April 2024

Muncul 'gunung baru' di Grobogan Jawa Tengah

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara mengenai fenomena Bleduk Kramesan atau 'gunung baru' yang muncul di wilayah Dusun Medang, Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sebagai informasi, Bledug Kramesan merupakan letupan lumpur, namun dengan intensitas lebih kecil. Akibat letupan yang berlangsung lama, lumpur ini membentuk sebuah gunungan dan kini sudah setinggi 25 meter.


Dalam catatan Badan Geologi, fenomena seperti Bledug Kramesan ini sudah ada sejak lama dan hal tersebut dijumpai pada beberapa naskah dari kerajaan- kerajaan di Jawa mengenai kehadiran mud volcano ini. Salah satu yang terkenal di Grobogan adalah Bledug Kuwu.

Jarak Bledug Kramesan dari Bledug Kuwu adalah sekitar 3,4 km. Sebuah jarak yang cukup dekat.

Secara struktur geologi bledug terletak pada area yang tidak padat patahan dan kelurusan karena sifatnya yang plastis. Sehingga pada daerah mud diapir tidak terindikasi adanya kelurusan patahan, namun terdapat struktur geologi berupa antiklin dengan sumbu relatif Barat Daya - Timur Laut," terang Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid dalam siaran persnya, Senin (25/3/2024).

Wafid menjelaskan, pengaruh kegempaan terhadap mud diapir dan mud volcano adalah adanya kemungkinan untuk terbukanya rekahan-rekahan yang dilewati oleh material lumpur.

Sebagai informasi, tiga hari sebelumnya atau tepatnya 22 Maret 2024 terjadi gempa 6,5 skala Ritcher di Bawean.

Dengan terbukanya rekahan-rekahan tersebut material mud diapir akan mengalami pergerakan naik dan ada penambahan debit material, namun dengan adanya kompresi dan tekanan tektonik pada area tersebut akan terjadi titik kesetimbangan seperti pada saat sebelum momen kegempaan terjadi.

"Berdasarkan data-data tersebut, fenomena terjadinya Bledug Kramesan di daerah Grobogan tersebut bukanlah suatu fenomena yang luar biasa. 

Apalagi tidak jauh dari Bledug Kramesan terdapat Bledug Kuwu yang secara umum sudah diketahui oleh publik sebagai fenomena mud volcano ( gunung lumpur) yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Bagaimana menurut sahabat pembaca, apakah anda ada teori lain tentang pembentukan Bledug Kramesan ini?

Senin, 25 Maret 2024

Tengkorak Mammoth yang ditemukan di kepulauan Channel California membingungkan ilmuwan

 Minggu ini tim ilmuwan menemukan fosil tengkorak mamut utuh yang terawetkan dengan sangat baik dari tepi sungai yang terkikis di Pulau Santa Rosa di Taman Nasional Kepulauan Channel. 

Tim tersebut, yang terdiri dari pensiunan arkeolog National Park Service Don Morris, ahli paleontologi The Mammoth Site Justin Wilkins dan preparator Monica Bugbee, dipenuhi dengan pertanyaan tentang penemuan tersebut.

 “Penemuan mamut ini sangat langka dan memiliki kepentingan ilmiah yang tinggi. Tampaknya penemuan ini terjadi di Kepulauan Channel pada waktu yang hampir bersamaan dengan manusia,” kata Wilkins.

 "Saya telah melihat banyak tengkorak mamut dan ini adalah salah satu tengkorak terawetkan terbaik yang pernah saya lihat.” 

Ahli paleontologi tidak dapat menjelaskan tengkorak mamut aneh yang ditemukan di taman California Apakah manusia memburu mamut mini California hingga punah? Sebab masa hidup gajah purba mini itu satu zaman dengan manusia Arlington, salah satu manusia purba yang hidup 13.000 tahun yang lalu di pulau Santa Rosa, yang satu pulau dengan Mamut tersebut.

Ukuran spesimennya tidak biasa. Ia tidak cukup besar untuk mudah diidentifikasi sebagai mamut Kolombia dan tidak cukup kecil untuk secara definitif memenuhi syarat sebagai mamut kerdil. Para ilmuwan mempertanyakan apakah spesimen tersebut mungkin merupakan mamut muda Kolombia atau mungkin mamut berukuran sedang. 

Mammoth menjelajahi benua Amerika Utara sekitar dua juta tahun yang lalu, dan mammoth Kolombia muncul satu juta tahun kemudian. Dipercaya bahwa mamut Kolombia bermigrasi ke Kepulauan Channel selama dua zaman es terakhir ketika permukaan laut lebih rendah dan daratan pulau lebih dekat ke pantai daratan.

Seiring berjalannya waktu, keturunan para migran berkurang ukurannya dari sekitar 14 kaki menjadi setinggi enam kaki, menjadi spesies endemik yang dikenal sebagai Mammuthus exilis.

Tim ilmiah sangat penasaran dengan gading mamut yang baru ditemukan. Gading kanan menonjol 1,4 meter dalam bentuk melingkar yang merupakan ciri khas mamalia tua, sedangkan gading kiri yang lebih pendek dan miring lebih khas pada mamalia.

Ahli Geologi USGS Dan Muhs berspekulasi bahwa proses pengecilan ukuran dari mamut Kolombia menjadi kerdil bisa saja terjadi hanya dalam beberapa ribu tahun, rentang waktu yang relatif singkat mengingat perubahan ukuran yang drastis.

 Pada tahun 2013, Muhs menemukan gading mammoth kerdil di tumpukan laut di garis pantai Pulau Santa Rosa yang berumur sekitar 80.000 tahun. 

“Penemuan tengkorak mammoth ini meningkatkan kemungkinan bahwa setidaknya ada dua migrasi mammoth Kolombia ke pulau tersebut – selama zaman es terbaru 10-30.000 tahun lalu, serta periode glasial sebelumnya yang terjadi sekitar 150.000 tahun lalu. "

 Selama penyelidikan geologisnya di teras laut pulau itu, Muhs juga mendeteksi dan mencatat jejak kaki raksasa, sebuah temuan langka lainnya.

Sumber: geologyin.com

Jumat, 08 Maret 2024

Batuan tertua di bumi berusia sekitar 4 miliar tahun

 Banyak yang penasaran berapa sih sebenarnya umur planet bumi, mungkin banyak yang menganggap ratusan juta tahun, atau mungkin beberapa orang awam menganggap hanya puluhan ribu tahun saja.

Untuk mengatasi ketidaktahuan mendasar mengenai sejarah awal bumi, para ilmuwan telah menentukan usia unit batuan tertua di dunia dengan tepat yaitu 4,02 miliar tahun. Iya, usianya sudah miliaran, bukan ratusan juta apalagi cuma puluhan ribu tahun.

Penelitian ini diadakan oleh Universitas Alberta, temuan ini menunjukkan bahwa bumi pada masa awal sebagian besar ditutupi oleh permukaan seperti kerak samudera.

“Ini memberi kita informasi penting tentang bagaimana benua awal terbentuk,” kata peneliti utama Jesse Reimink. “Karena kejadiannya sangat jauh ke masa lalu, kita harus memahami setiap bukti yang kita bisa. Kita hanya mempunyai sedikit data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi apa yang terjadi di Bumi saat ini.” 

Faktanya, hanya ada tiga lokasi di seluruh dunia yang memiliki batuan atau mineral berusia lebih dari 4 miliar tahun: satu di Quebec Utara, butiran mineral dari Australia Barat, dan formasi batuan dari Wilayah Barat Laut Kanada yang diteliti dalam studi baru ini.


Meskipun diketahui bahwa batuan tertua terbentuk sebelum 4 miliar tahun yang lalu, keunikan pada batuan Reimink adalah adanya butiran mineral zirkon yang terpelihara dengan baik, sehingga tidak ada keraguan mengenai tanggal pembentukannya. 

Sampel tersebut ditemukan selama penelitian lapangan oleh supervisor PhD Reimink, Tom Chacko, di area sekitar 300 kilometer sebelah utara Yellowknife. Reimink baru-baru ini menyelesaikan PhD-nya di University of Alberta sebelum memulai fellowship pasca-doktoral di Carnegie Institute for Science di Washington, DC.

“Zirkon tidak hanya mengunci mineral didalamnya sehingga tahu usia mineral tersebut tetapi juga informasi geokimia lainnya yang telah kami eksploitasi dalam makalah ini,” lanjut Reimink. 

“Batuan dan zirkon bersama-sama memberi kita lebih banyak informasi daripada keduanya. Zirkon mempertahankan ciri kimianya dan mencatat informasi usia yang tidak dapat diubah oleh peristiwa geologi berikutnya, sedangkan batuan itu sendiri mencatat informasi kimia yang tidak dimiliki oleh butiran zirkon. 

" Sejarah Bumi, Batuan, Tektonik Ia menjelaskan bahwa sifat kimia batuan itu sendiri mirip dengan batuan yang terbentuk saat ini di Islandia modern, yang merupakan peralihan antara kerak samudera dan benua. 

Faktanya, Islandia telah dihipotesiskan sebagai analogi bagaimana kerak benua mulai terbentuk. “Kami memeriksa batuan itu sendiri untuk menganalisis tanda-tanda kimiawi tersebut guna mengeksplorasi cara magma menyusup ke dalam batuan di sekitarnya.”

Salah satu tanda khususnya mencatat langkah asimilasi magma dari kerak bumi. “Saat magma mendingin, ia secara bersamaan memanas dan melelehkan batuan di sekitarnya, dan kami punya buktinya.”

Sumber: geologyin.com

Jumat, 01 Maret 2024

Voyager 1, wahana antariksa buatan manusia terjauh

  Voyager 1 adalah sebuah wahana antariksa tertua nirawak yang diluncurkan oleh NASA pada 5 September 1977. Hingga saat ini, Voyager 1 telah menempuh perjalanan luar biasa selama lebih dari 46 tahun.

Hal ini menjadikannya objek buatan manusia yang paling jauh dari Bumi. Voyager 1 telah menjelajah ke wilayah ruang angkasa yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Informasi yang dikirimkan wahanan ini membawakan manusia ilmu pengetahuan baru tentang tata surya dan alam semesta. Melansir laman voyager.jpl.nasa.gov, Voyager 1 diluncurkan bersama saudaranya, Voyager 2, sebagai bagian dari program Voyager NASA.

Misi ini memanfaatkan konfigurasi planet yang langka pada 1977 untuk memungkinkan wahana antariksa melakukan "grand tour" ke Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Setelah menyelesaikan misinya di Jupiter dan Saturnus, Voyager 1 mengambil jalur yang berbeda dari Voyager 2.



Pada 1989, Voyager 1 menjadi objek pertama yang menembus heliosfer, batas gelembung plasma yang diciptakan oleh matahari. Voyager 1 berada di ruang antarbintang, wilayah yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

Wahana ini terus mengirimkan data dan gambar yang berharga tentang medium antarbintang. Termasuk kepadatan plasma, temperatur, dan partikel-partikel yang ada di sana.

Ada satu hal menarik yakni voyager 1 mengirim data ke bumi sebesar 1 MB dalam waktu 14 jam lebih. Bayangkan dengan kecepatan internet sekarang yang sudah mencapai 1 GB perdetik.

Dengan posisi sekarang gelombang radio yang dipancarkan oleh voyager 1 akan diterima dalam 20 jam saking jauh jaraknya, padahal gelombang radio memiliki kecepatan hampir sama dengan kecepatan cahaya.

Di bumi, untuk menangkap pesan dari gelombang radio itu NASA membuat teleskop dengan diameter 70 meter. Luar biasa ya.


Kamis, 08 Februari 2024

Penyebab planet Mars berwarna merah sedangkan Bulan berwarna putih

 Mungkin para pembaca terutama yang suka dengan astronomi atau ruang angkasa pernah bertanya atau heran. Kok bulan warnanya putih sedangkan Mars berwarna merah.

Perlu diketahui bahwa warna merah di planet Mars itu berasal dari warna daratan nya.

Daratan atau permukaan planet Mars berwarna merah sebab teroksidasi oleh udara disana.  Permukaan nya banyak mengandung zat besi, dan besi itu suka bereaksi sama oksigen.

Ketika besi dan oksigen bersatu, mereka membentuk oksida besi, yang juga dikenal sebagai karat. Karat ini berwarna merah, atau setidaknya merah-oranye, tergantung seberapa banyak oksigen yang ada.


Berbeda cerita dengan bulan, warnanya putih karena hampir tidak ada besi dan oksigen di sana. Sebagian besar terbuat dari silikat, mineral yang mengandung silikon dan oksigen. Silikat biasanya berwarna abu-abu atau putih, tergantung bagaimana mereka memantulkan cahaya.

Bulan tidak ada atmosfer atau udara yang melindungi jadinya tidak ada oksigen yang menyebabkan warna merah jika beraksi dengan zat besi.

Demikianlah sobat blogger, penyebab planet Mars berwarna merah sedangkan Bulan berwarna putih, semoga bermanfaat.

Rabu, 31 Januari 2024

Cara manusia mencapai perjalanan antar bintang

 Apa kamu pernah penasaran apakah mungkin manusia buat pergi ke bintang lain? Tak perlu ke galaxy lain dulu tapi cukup antar bintang. Sayangnya, roket kimia bahkan energi nuklir yang ada di dunia saat ini tidak bakal cukup. 

Bintang terdekat dari planet kita yaitu proxyma centauri itu lebih dari 25 triliun mil, lebih dari 100.000.000 kali jarak ke bulan. Iyah, 100 juta jarak bumi ke bulan. Buat nyampe sejauh itu dengan teknologi sekarang bakal butuh puluhan ribu tahun atau bahkan 100 ribu tahun. 

Tapi, ada dua cara yang bisa bikin perjalanan antarbintang mungkin.

Cara pertama adalah pake fusi nuklir. Kalau kita bisa bikin reaksi fusi yang stabil dan tembak partikelnya, kita bisa bergerak sekitar 1/4 dari kecepatan cahaya. Fusi nuklir seperti inti tenaga matahari memungkinkan menghasilkan energi secara terus menerus selama jutaan tahun. 

Dengan memakai fusi nuklir dan pesawat ruang angkasa canggih maka bisa mencapai proxyma centauri dalam waktu sekitar 20 sampai 25 tahun. Sebuah lompatan besar dibandingkan ribuan tahun.


 Cara kedua agak lebih ribet, namanya Alcubierre Drive. Ini dinamain dari fisikawan yang nulis makalah tentang gimana cara kerjanya nggak melanggar teori relativitas. Intinya, cara ini meng-kompres ruang di depan pesawat luar angkasa dan ngembangin ruang di belakangnya, biar bisa bergerak di ruang yang relatif lebih lambat dari cahaya tapi sebenarnya nyampe lebih cepat dari cahaya. Fisikawan lagi bereksperimen dengan ide ini, tapi apakah mereka bakal berhasil masih belum jelas.



Minggu, 21 Januari 2024

Penemuan eksoplanet yang memiliki metana dan karbondioksida

 Pada bulan September 2023, tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Universitas Cambridge menemukan sebuah exoplanet—planet yang mengorbit bintang di luar Tata Surya—yang disebut K2- 18 b. 


Tim ini menemukan keberadaan metana dan karbon dioksida dengan bantuan Teleskop Antariksa James Webb (JWST), teleskop luar angkasa yang paling canggih yang sedang beroperasi. 

Meskipun bukan makhluk hidup, molekul-molekul ini merupakan penemuan besar karena mengindikasikan kalau K2-18 b memiliki atmosfer yang kaya hidrogen dengan permukaan yang tertutup lautan air. 

Para ilmuwan mengklasifikasikan exoplanet ini sebagai planet Hycean, sebuah fitur yang menjanjikan dalam pencarian bukti kehidupan.

Selain itu, lokasi K2-18 b juga berada pada jarak 120 tahun cahaya dari Bumi —jarak yang setara dengan perjalanan pulang pergi dari Bumi ke matahari sebanyak 3,78 miliar kali! 

Uniknya, K2-18 b merupakan exoplanet yang mengitari Bintang katai merah (bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari) di area laik huni yang disebut Zona Goldilocks.

Zona ini merupakan area di mana planet tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, sehingga airnya tetap berwujud cair. Kalo ada air dalam wujud cair kemungkinan kehidupan ada.

Bagaimana menurut sobat blogger, apakah anda percaya ada kehidupan di luar planet bumi?


Kamis, 11 Januari 2024

Manusia purba ke benua Amerika lebih awal

 Sebelum zaman es terakhir sekitar 9.000 tahun yang lalu, manusia purba berkelana ke dua benua yang luas dan sama sekali tidak dikenal: Amerika Utara dan Selatan. 

Selama hampir satu abad, para peneliti mengira mereka tahu bagaimana perjalanan berbahaya ini terjadi: manusia purba pertama menyeberangi Jembatan Darat Bering, sebuah daratan luas yang menghubungkan Asia dengan Amerika Utara ketika permukaan laut lebih rendah, adalah suku Clovis, yang melakukan perjalanan tersebut. sesaat sebelum 13.000 tahun yang lalu.

Menurut teori Clovis First, penduduk pertama asli Amerika dapat ditelusuri melalui migrasi pedalaman ini, kata Loren Davis , profesor antropologi di Oregon State University.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, beberapa penemuan telah mengungkapkan bahwa manusia pertama kali mencapai apa yang disebut Dunia Baru ribuan tahun sebelumnya.

Jadi siapa orang Amerika pertama, dan bagaimana serta kapan mereka tiba?

Studi genetik menunjukkan bahwa orang pertama yang tiba di Amerika adalah keturunan kelompok leluhur Siberia Utara Kuno dan Asia Timur yang bercampur sekitar 20.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. 

Mereka melintasi Jembatan Tanah Bering antara saat itu dan 15.500 tahun yang lalu, kata David Meltzer , seorang arkeolog dan profesor prasejarah di Departemen Antropologi di Southern Methodist University di Dallas dan penulis buku First Peoples in a New World, 2nd Edition. (Cambridge University Press, 2021)

Salah satu buktinya terdapat fosil jejak kaki manusia di Taman Nasional White Sands di New Mexico yang mungkin berasal dari 21.000 hingga 23.000 tahun yang lalu.


Itu berarti manusia tiba di Amerika Utara pada masa Maksimum Glasial Terakhir (LGM), yang terjadi antara 26.500 hingga 19.000 tahun yang lalu, ketika lapisan es menutupi sebagian besar wilayah yang sekarang disebut Alaska, Kanada, dan Amerika Serikat bagian utara.

Data lain yang lebih samar-samar menunjukkan bahwa manusia pertama tiba di Belahan Bumi Barat sekitar 25.000 atau bahkan 31.500 tahun yang lalu. Jika tanggal-tanggal ini dapat dikonfirmasi, maka mereka akan memberikan gambaran yang jauh lebih kompleks tentang bagaimana dan kapan manusia mencapai benua Amerika.

Sabtu, 06 Januari 2024

Bintang Katai putih menuju Tata Surya dalam 29.000 tahun lagi

 Tata surya kita di masa depan jauh aman dari tabrakan dengan bintang mati yang menuju jalur matahari.

Tahun lalu, para peneliti mengamati lintasan bintang katai putih nakal bernama WD 0810–353 dengan teleskop luar angkasa Gaia dan memperkirakan bahwa bintang tersebut akan bertemu dengan tata surya kita dalam waktu sekitar 29.000 tahun. 

Meskipun hal ini mungkin tampak lama bagi manusia, namun secara kosmis, ini adalah periode yang relatif singkat. 

Misalnya, matahari akan kehabisan hidrogen dan akan membengkak menjadi raksasa merah selama 5 miliar tahun lagi, sehingga menghancurkan bumi dan planet-planet bagian dalam seperti Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Jadi 29 ribu tahun cukup singkat ya untuk ukuran kosmik.

Meskipun ancaman dari matahari sangat lama, penelitian baru telah mengungkapkan bahwa planet kita setidaknya perlu khawatir akan kehancuran akibat kekacauan yang disebabkan oleh katai putih WD 0810–353.

Jadi matahari dan miliaran bintang itu berotasi atau berputar mengelilingi pusat Bima sakti. Ada kalanya dalam berputar itu matahari bersinggungan dengan bintang lainnya, salah satunya adalah ya Katai putih WD 0810-353 itu.

Tapi tenang saja, matahari tidak akan bertabrakan dengan bintang itu kok, hanya bersinggungan saja atau sekedar lewat. Kemungkinan jaraknya nanti sekitar 31.000 kali jarak matahari ke bumi.

Meskipun ini tampak seperti jarak yang sangat jauh, namun pengaruh gravitasi WD 0810–353 cukup dekat sehingga dapat mengganggu awan Oort – kumpulan komet dan benda es lainnya di tepi tata surya.


Awan Oort terletak antara 2.000 dan 100.000 kali jarak antara Bumi dan Matahari dari bintang pusat tata surya. Ketika awan terseret oleh bintang-bintang yang lewat seperti WD 0810–353, gravitasi bintang dapat menyebabkan beberapa benda es yang terikat secara gravitasi longgar ini jatuh ke arah bagian dalam tata surya dan Bumi.

Ini bisa jadi bencana, karena bumi bisa dihujani oleh ribuan batuan angkasa seperti komet atau asteroid yang berasal dari awan Oort.

Tapi tenang saja, kemungkinan hal tersebut masih 29 ribu tahun lagi.

Rabu, 03 Januari 2024

Manusia kuno menyeberang dari Rusia ke Alaska tanpa perahu

 


Selat Bering pernah menghubungkan manusia kuno dari Rusia ke Alaska dan merupakan titik persimpangan bagi beberapa manusia pertama yang menghuni benua Amerika . Namun pada periode tertentu, jembatan tersebut tidak dapat dilewati atau terendam karena kenaikan permukaan laut , sehingga gelombang orang di kedua sisinya kemudian terdampar.

Menurut John Hoffecker , seorang peneliti emeritus sejarah manusia purba di Universitas Colorado Boulder, bukti terbaru menunjukkan "tanpa keraguan" bahwa Jembatan Darat Bering pertama kali muncul sekitar 35.700 tahun yang lalu sebelum menghilang lagi sekitar 12.000 tahun yang lalu, dekat akhir zaman es terakhir, ketika gletser mencair dan permukaan laut mulai naik.

Kadang kala jembatan ini menjadi semacam tundra untuk habitat beberapa mamalia besar , kata Hoffecker. 

Namun tidak selalu demikian. Penelitian terbaru mengenai paleoklimat di wilayah tersebut menyatakan bahwa jembatan tersebut sering kali terkurung dalam es yang tidak dapat dilewati kecuali pada periode singkat antara 24.500 hingga 22.000 tahun yang lalu dan 16.400 hingga 14.800 tahun yang lalu. 

Bukti arkeologis dan genetik mendukung gagasan bahwa manusia purba, termasuk anggota budaya Clovis, mungkin telah melintasi jalan darat sekitar 14.000 tahun yang lalu dalam salah satu bentangan ini

Gelombang manusia berturut-turut mengalir melintasi Selat Bering, termasuk anggota kelompok yang dikenal sebagai Paleo-Inuit atau Paleo-Eskimo yang muncul di Arktik pada 4.500 tahun yang lalu dan termasuk dalam budaya yang disebut tradisi Alat Kecil Arktik (ASTt). Namun kurang jelas bagaimana mereka melakukannya.

Jumat, 29 Desember 2023

Penemuan "benih kehidupan" di asteroid luar angkasa



 Di luar angkasa, berjuta-juta bahkan mungkin miliaran asteroid mengelilingi tata Surya kita. Beberapa diantaranya bahkan berpotensi menabrak bumi dan mengakibatkan kiamat kecil.

Dalam beberapa penelitian yang diterbitkan pada bulan Februari dan Maret 2023, para ilmuwan mengungkap analisis debu yang telah lama ditunggu-tunggu yang dikumpulkan dari permukaan asteroid Ryugu yang "berputar".

 Studi pertama mengungkapkan keberadaan molekul penting bagi semua kehidupan yang diketahui , termasuk 15 asam amino, sebuah  bahan penyusun protein. 

Studi kedua menambahkan deteksi urasil , salah satu dari empat nukleobase RNA, molekul sintesis protein yang ada pada semua makhluk hidup.

Pesawat luar angkasa Hayabusa2 Jepang mengumpulkan sampel asteroid Ryugu pada tahun 2018 sebelum mengembalikannya ke Bumi pada tahun 2020. 

Analisis tahun ini menghilangkan keraguan bahwa banyak bahan penyusun kehidupan ada di luar angkasa – dan bahkan mungkin dikirimkan ke planet-planet muda melalui dampak asteroid. 

Temuan luar biasa ini membuat penulis studi Yasuhiro Oba , seorang ahli astrokimia di Universitas Hokkaido di Jepang, mengatakan kepada Live Science: "Sulit untuk mengecualikan kemungkinan bahwa beberapa bentuk kehidupan ada di lingkungan luar bumi."

Sumber: Live Science.

Selasa, 01 Februari 2022

Ledakan sangat terang dari sebuah komet membuat ilmuwan bingung

 Salah satu komet paling aneh di tata surya yaitu komet 29P telah meletus dengan ledakan terang yang tak terduga sejak akhir September dan tidak ada yang tahu mengapa. Pengamatan internasional yang terdiri dari berbagai astronom amatir dan profesional, dan bahkan Teleskop Luar Angkasa Hubble yang terkenal, kini ingin memecahkan misteri tersebut.


Komet 29P adalah objek yang membingungkan. Dengan lebar lebih dari 37 mil (60 kilometer), itu adalah salah satu komet terbesar yang diketahui, kira-kira sebesar Hale-Bopp yang terkenal yang melesat di langit pada 1990-an. 

Ini adalah salah satu dari segelintir komet yang dikenal sebagai Centaur, yang mengorbit matahari antara Saturnus dan Jupiter, perlahan-lahan membuat jalan mereka melalui apa yang disebut para astronom sebagai gerbang, menunggu untuk akhirnya terlempar oleh gravitasi Jupiter lebih dekat ke matahari (atau keluar tata surya seluruhnya). 

Dan 29P bersinar secara berkala dengan letusan kuat yang menjadikannya benda paling aktif kedua di tata surya setelah bulan Jupiter Io . Tapi kenapa bisa meletus? Tidak ada yang tahu.

"Anda tidak dapat memprediksi kapan komet itu meletus," Richard Miles, seorang astronom amatir dan mantan ilmuwan penelitian kimia hidrokarbon yang saat ini menjadi kepala Bagian Asteroid dan Planet Terpencil dari Asosiasi Astronomi Inggris, mengatakan kepada Space.com. "Bagi para astronom profesional untuk mendapatkan waktu teleskop untuk melakukan pemantauan sistematis cukup sulit. Tetapi para amatir memiliki teleskop di halaman belakang mereka dan dapat mengamati kapan pun mereka mau. Jadi para profesional yang bekerja sama dengan para amatir dalam penelitian seperti ini adalah jalan yang harus ditempuh."

Pada tanggal 25 September 2021, tepat setelah bulan purnama , dedikasi yang sabar dari kelompok amatir yang setia dihargai dengan cara yang paling tidak terduga. 

Komet, yang terletak di konstelasi Auriga, cukup dekat dengan bulan dan sangat redup untuk pengamatan yang tepat. Tetapi lima astronom, yang berbasis di Utah, Skotlandia, Prancis, dan di pulau Tenerife Spanyol sedang mengamati. 

"Kami melihat beberapa letusan berurutan," kata Miles. "Ada empat yang jelas dan kemudian yang kelima di akhir. Setelah kurang dari dua hari, kecerahan komet itu sekitar 250 kali lebih terang daripada sebelum mulai aktif."

Perilaku 'bertingkah' komet telah terkenal, tetapi kinerja terbarunya, kata Miles, mungkin yang paling signifikan diamati sejak penemuan komet itu pada tahun 1927. Serangkaian ledakan menghasilkan koma samar-samar yang cerah, selubung gas kabur yang dilepaskan dari komet.

Saat perilaku aneh komet berlanjut, Miles tidak hanya memperingatkan astronom amatir lainnya, tetapi juga profesional. 

Karena ledakannya sangat tidak biasa, sekelompok astronom yang berbasis di enam universitas AS berhasil memperoleh beberapa waktu pengamatan di Teleskop Luar Angkasa Hubble , berharap mereka dapat mengamati koma yang memudar dan mempelajari sesuatu tentang sifat komet.


Kini para astronom menggunakan teleskop Hubble untuk memecahkan misteri tersebut. Semoga saja segera terpecahkan penyebab komet 29P meledak.

Sumber: live science.